20130518

12.05.2013

assalammualaikuuuuuuuuuuum............

12.05.13
Pertemuan ketiga mata kuliah Psikologi Industri.
Awalnya saya tidak tau kalo pada hari itu ada PI.
Dan ternyata.....

JENG JENG JENG.......
UTS......
OH GOD.......
PANIK......
BELUM BELAJAR........



Tapi yasudahlah..
Show must go on.
haha.
(padahal mah meringis di dalam hati)


okeh di dalam soal UTS ada pertanyaan yang menarik menurut saya, apa perbedaan antara SIFAT, SIKAP, KARAKTER, dan BUDAYA.

Kata-kata yang sangat familiar pastinya di telinga kita, pertanyaan simple namun cukup sulit untuk di jawab.



SIFAT

20% berasal dari genetika atau keturunan.
80% dipengaruhi oleh lingkungan.

Misalnya seseorang memiliki genetika sifat kasar, namun apabila jika lingkungannya  tidak berpotensi untuk dia berlaku kasar, maka sifat itu tidak akan muncul.

Karena itu lingkungan sangat berpengaruh terhadap sifat manusia. Seperti kata pepatah "Jika ingin lihat sifat seseorang, lihatlah dengan siapa dia bergaul."



SIKAP

Sikapdibagi menjadi 2, yaitu positif dan negatif.
Untuk sikap positif sesorang akan cenderung mendekat, dan sebaliknya sikap negatif akan cenderung dijauhi orang.

Sikap dibedakan menjadi tiga tahapan, yaitu KOGNITIF (apa yang kita pikirkan), AFFEKTIF (apa yang kita rasakan), dan PERILAKU atau tindakan.

Misalnya seseorang berpikir positif terhadap rokok, dan ketika mencoba-coba untuk menghisap rokok menurutnya enak, maka dia akan cenderung menjadi perokok.

Jadi sebenarnya pikiran kita akan mempengaruhi perilaku kita.



KARAKTER

Karakter adalah perilaku yang dilakukan secara menetap (sifat dan sikap) dan dilakukan secara konsisten.

Karakter ini dapat dibentuk semenjak dini. :))



BUDAYA

Budaya dapat diartikan 2/ lebih individu yang membentuk sosial dan memiliki karakter yang sama.


Saya sangat setuju jika dikatakan lingkungan sangat berpengaruh terhadap sifat, sikap, maupun karakter seseorang.
Namun itu tergantung pada diri seseorang itu sendiri apakah dia memiliki kekuatan untuk tetap pada pendiriannya atau malah terpengeruh pada lingkungannya.

Saya memilki seorang sahabat, sebut saja dia "MAWAR".
Dia seorang wanita yang terlahir di dalam sebuah keluarga yang -maaf- broken home.
orang tuanya bercerai pada saat dia masih SD.
Ujian yang cukup berat menurut saya, dan belum tentu saya dapat melewatinya.


Mungkin banyak orang yang berpikir bahwa anak yang terlahir dalam sebuah keluarga pasti bersikap melenceng alias negatif.
-Biasanya kita lihat di sinetron-sinetron- Anak-anak yang broken home cenderung mencari perhatian di luar rumah karena mereka tidak mendapatkan itu di rumah, namun dia tidak tau caranya sehingga bersikap menyebalkan demi mendapatkan perhatian tersebut. Atau -kita lihat di sinetron juga- anak yang terlahir dari keluarga broken home seringkali mengalihkan pikiran mereka misalnya dengan minum-minuman keras atau menggunakan obat-obatan terlarang.

TAPI ITU DI SINETRON!!!

Kenyataannya tidak semua anak broken home bersikap cenderung negatif.
Buktinya sahabat saya "Mawar" tidak seperti itu.
Jika dibilang trauma, ya dia trauma dengan yang namanya perceraian dan mungkin salah satu pengalaman terburuk dalam hidupnya.

Namun hal itu tidak lantas membuat dia bersikap negatif, justru sebaliknya.
Dia mengalihkan perhatiannya untuk belajar dan menjadi orang sukses demi keluarganya.
Dia bersikap baik kepada semua orang dan berprestasi di sekolah sehingga dia mendapatkan perhatian dari semua orang namun dalam hal yang positif.

"Mawar" memiliki prinsip bahwa cukup ayahnya yang mengecewakan ibunya, tapi tidak dengan dia.

Jujur saya sedikit kagum dengan sahabat saya yang satu ini, karena prinsipnya.

Jadi siapa bilang anak broken home itu cenderung bersikap negatif ?????



Menurut saya SIFAT SIKAP KARAKTER itu memang sangat dipengaruhi oleh lingkungan, namun itu semua KEMBALI KEPADA DIRI KITA SENDIRI, apakah kita dapat MENGENDALIKAN DIRI KITA SENDIRI ???




Terima kasih.......
Semoga bermanfaat.....
Wassalam....
^^

Tidak ada komentar:

Posting Komentar