20130528

21.05.13

Assalamualaikum.....


Visi Misi...... itu yang akan sedikit kita bahas pada tulisan saya kali ini.


dimulai dari MSDSM.
MSDM itu singkatan dari Manajemen Sumber Daya Manusia, yang terdiri dari:
  • Planning
  • Organizing
  • Actuating
  • Controling
  • Evaluating
Setiap SDM atau individu pasti memiliki visi misi yang berbeda.
Dalam hal pencapaian suatu tujuan di perlukan suatu perencanaan dan tindakan nyata untuk dapat mewujudkannya, secara umum bisa di katakan bahwa Visi dan Misi adalah suatu konsep perencanaan yang di sertai dengan tindakan sesuai dengan apa yang di rencanakan untuk mencapai suatu tujuan.


 Berbeda individu, berbeda pula pikirannya, termasuk tujuan hidupnya. Oleh sebab itu visi misi suatu organisasi HARUS mencangkup visi misi anggotanya dan dapat mengaspirasi  anggotanya, oleh sebab itu sangatlah sulit membuat visi dan misi sebuah organisasi, sehingga menurut informasi dari dosen saya pembayaran untuk pembuatan visi misi dapat mencapai 8 digit angka 0.. woooooow. Dan dalam membuat visi kita kedepannya buatlah lead time agar kita memiliki target kapan visi kita tercapai.


RENCANA HIDUP >>> TULISKAN


PUNYA MIMPI YANG SPESIFIK.


Tahapan-tahapan dalam bekerja adalah:
Analytis (Staff) --- Conseptual (Supervisor) --- strategis (manajer)
Di tiap tahapan memerlukan waktu perkiraan selama 5 tahun, sehingga waktu yang dibutukan dari seorang yang analytis menjadi seorang strategis menjadi 15 tahun. Namun hal itu tidak berlaku bagi seorang wirausaha, ia harus mampu menghemat waktu yang tadinya 15 tahun itu menjadi hanya 1 tahun.



Visi dan misi didukung oleh 4 hal, diantaranya:
Customer
 System
Learning & growth
Profit / Finance



Sekian postingan dari saya.
SEMOGA BERMANFAAT.


Salam~

20130518

12.05.2013

assalammualaikuuuuuuuuuuum............

12.05.13
Pertemuan ketiga mata kuliah Psikologi Industri.
Awalnya saya tidak tau kalo pada hari itu ada PI.
Dan ternyata.....

JENG JENG JENG.......
UTS......
OH GOD.......
PANIK......
BELUM BELAJAR........



Tapi yasudahlah..
Show must go on.
haha.
(padahal mah meringis di dalam hati)


okeh di dalam soal UTS ada pertanyaan yang menarik menurut saya, apa perbedaan antara SIFAT, SIKAP, KARAKTER, dan BUDAYA.

Kata-kata yang sangat familiar pastinya di telinga kita, pertanyaan simple namun cukup sulit untuk di jawab.



SIFAT

20% berasal dari genetika atau keturunan.
80% dipengaruhi oleh lingkungan.

Misalnya seseorang memiliki genetika sifat kasar, namun apabila jika lingkungannya  tidak berpotensi untuk dia berlaku kasar, maka sifat itu tidak akan muncul.

Karena itu lingkungan sangat berpengaruh terhadap sifat manusia. Seperti kata pepatah "Jika ingin lihat sifat seseorang, lihatlah dengan siapa dia bergaul."



SIKAP

Sikapdibagi menjadi 2, yaitu positif dan negatif.
Untuk sikap positif sesorang akan cenderung mendekat, dan sebaliknya sikap negatif akan cenderung dijauhi orang.

Sikap dibedakan menjadi tiga tahapan, yaitu KOGNITIF (apa yang kita pikirkan), AFFEKTIF (apa yang kita rasakan), dan PERILAKU atau tindakan.

Misalnya seseorang berpikir positif terhadap rokok, dan ketika mencoba-coba untuk menghisap rokok menurutnya enak, maka dia akan cenderung menjadi perokok.

Jadi sebenarnya pikiran kita akan mempengaruhi perilaku kita.



KARAKTER

Karakter adalah perilaku yang dilakukan secara menetap (sifat dan sikap) dan dilakukan secara konsisten.

Karakter ini dapat dibentuk semenjak dini. :))



BUDAYA

Budaya dapat diartikan 2/ lebih individu yang membentuk sosial dan memiliki karakter yang sama.


Saya sangat setuju jika dikatakan lingkungan sangat berpengaruh terhadap sifat, sikap, maupun karakter seseorang.
Namun itu tergantung pada diri seseorang itu sendiri apakah dia memiliki kekuatan untuk tetap pada pendiriannya atau malah terpengeruh pada lingkungannya.

Saya memilki seorang sahabat, sebut saja dia "MAWAR".
Dia seorang wanita yang terlahir di dalam sebuah keluarga yang -maaf- broken home.
orang tuanya bercerai pada saat dia masih SD.
Ujian yang cukup berat menurut saya, dan belum tentu saya dapat melewatinya.


Mungkin banyak orang yang berpikir bahwa anak yang terlahir dalam sebuah keluarga pasti bersikap melenceng alias negatif.
-Biasanya kita lihat di sinetron-sinetron- Anak-anak yang broken home cenderung mencari perhatian di luar rumah karena mereka tidak mendapatkan itu di rumah, namun dia tidak tau caranya sehingga bersikap menyebalkan demi mendapatkan perhatian tersebut. Atau -kita lihat di sinetron juga- anak yang terlahir dari keluarga broken home seringkali mengalihkan pikiran mereka misalnya dengan minum-minuman keras atau menggunakan obat-obatan terlarang.

TAPI ITU DI SINETRON!!!

Kenyataannya tidak semua anak broken home bersikap cenderung negatif.
Buktinya sahabat saya "Mawar" tidak seperti itu.
Jika dibilang trauma, ya dia trauma dengan yang namanya perceraian dan mungkin salah satu pengalaman terburuk dalam hidupnya.

Namun hal itu tidak lantas membuat dia bersikap negatif, justru sebaliknya.
Dia mengalihkan perhatiannya untuk belajar dan menjadi orang sukses demi keluarganya.
Dia bersikap baik kepada semua orang dan berprestasi di sekolah sehingga dia mendapatkan perhatian dari semua orang namun dalam hal yang positif.

"Mawar" memiliki prinsip bahwa cukup ayahnya yang mengecewakan ibunya, tapi tidak dengan dia.

Jujur saya sedikit kagum dengan sahabat saya yang satu ini, karena prinsipnya.

Jadi siapa bilang anak broken home itu cenderung bersikap negatif ?????



Menurut saya SIFAT SIKAP KARAKTER itu memang sangat dipengaruhi oleh lingkungan, namun itu semua KEMBALI KEPADA DIRI KITA SENDIRI, apakah kita dapat MENGENDALIKAN DIRI KITA SENDIRI ???




Terima kasih.......
Semoga bermanfaat.....
Wassalam....
^^

sedikit goresan 28.04.2013

Goresan saya kali ini ingin sedikit membahas mengenai pekerjaan..

Salah seorang teman saya, sebut saja dia "Randy", curhat pada saya.
Dia bercerita bahwa dia ingin pindah dari tempat kerjanya yang sekarang karena dia mendapatkan tawaran pekerjaan yang lain yang prospek ke depannya lebih menjanjikan dibandingkan dengan tempat dia bekerja saat ini. Namun pekerjaan yang ditawarkan ini sangatlah jauh dengan pendidikan dia dan dengan pekerjaan dia yang baru. Pekerjaan yang baru ini adalah tantangan dan ilmu baru untuk "Randy". (menurut saya pun begitu).

Akhirnya "Randy" pun menerima tawaran ini dan memulai pekerjaan barunya.

Satu bulan pertama dia bercerita pada saya bahwa dia lelah karena mendapatkan cukup banyak tekanan dari atasan dan dia harus bisa beradaptasi dengan pekerjaan barunya yang masih asing untuk "Randy".

Bulan kedua dia bercerita bahwa dia lelah karena walaupun dia sudah dapat menyesuaikan diri dengan pekerjaanya, dia lelah karena jarak kantor dan rumahnya cukup jauh. Sehingga dia banyak menghabiskan waktu di perjalanan.

Bulan ketiga akhirnya dia memutuskan untuk keluar dari pekerjaan barunya, walaupun atasannya menawarkan tempat tinggal yang deket dengan kantornya sehingga dia tidak perlu menghabiskan waktu diperjalanan.

Alasan dia keluar adalah karena dia lelah karena walaupun dia telah melewati masa sulit akibat adaptasi dengan pekerjaan barunya dan dia ditawari banyak fasilitas, tetap saja ada tekanan dari pekerjaannya entah itu dari klien maupun atasannya.

Ada lagi seorang teman saya yang lain, sebut saja dia "Arya".
Dia memiliki pekerjaan (yang menurut saya) banyak diidamkan oleh banyak orang (termasuk saya :p).
Sama dengan "Randy", "Arya" pun diberikan banyak fasilitas dan pendapatan yang lebih dari cukup.

Dia bercerita bahwa dia memiliki rekan kerja yang juga satu team dengannya yang tidak bisa diajak kerja sama dalam bekerja. Selain itu rekan kerjanya selalu mencari perhatian pada atasan dan merasa iri jika ada orang lain yang dekat dengan atasannya dan cenderung menjatuhkan rekan kerjanya yang lain.
"Arya" tadinya sejujjurnya merasa jenuh denngan sikap salah satu rekannya itu.

Namun hingga saat ini dia tetap bertahan dengan pekerjaannya. Mungkin dia masih merasa berat meninggalkan pekerjaannya karena tidak semua orang bisa mendapatkan pekerjaan yang cukup menjanjikan sepertinya.


Dari dua cerita di atas  menurut saya dalam bekerja setiap manusia tidak hanya membutuhkan gaji yang besar, atau pun fasilitas yang melimpah. dibanding itu semua ada hal yang lebih diutamakan yaitu RASA NYAMAN.

Karena sebanyak apapun uang yang kita terima dan selengkap apapun fasilitas yang diberikan, jika kita tidak merasa nyaman dengan (terutama) LINGKUNGAN dalam kita bekerja, maka kita tidak akan bertahan lama dengan pekerjaan tersebut. Walaupun tetap bertahan, pasti ada keluhan di setiap harinya dan pasti hanya akan menimbulkan stres.

Dan sifat dasar manusia yaitu TIDAK PERNAH MERASA PUAS dengan apa yang telah di berikan Tuhan padanya. Menurut saya jika kita bekerja hanya untuk mencari uang, maka kita tidak akan pernah menetap lama disatu tempat, karena kita akan selalu melihat tempat lain yang bisa memberikan pendapatan yanng lebih besar dari tempat kita bekerja sekarang. Seperti kata pepatah "Rumput tetangga lebih hijau dari rumput kita sendiri". Jadi sebenarnya kita harus lebih BERSYUKUR dengan apa yang kita miliki saat ini, tidak semua orang lebih beruntung dari kita.

Namun menurut saya ada kalanya kita tidak boleh merasa puas dengan diri kita. TIDAK PUAS UNTUK MENJADI MANUSIA YANG LEBIH BAIK LAGI menurut saya justru merupakan sebuah keharusan. Kita harus memilliki ambisi dalam hidup kita, namun tidak membuat kita menjadi manusia yang ambisius. Karena ambisi merupakan cita-cita atau target yang kita tuju dalam hidup, namun manusia yang ambisius akan menhalalkan segala cara untuk mewujudkan ambisinya.

Itu yang menurut saya terjadi pada rekan kerja "Arya". Dia seseorang yang ambisius. Selama dia mendapatkan apa yang dia inginkan menurutnya sah-sah saja apa yang dia lakukan, termasuk menjatuhkan teman sendiri.

"Arya" pernah meminta pendapat saya apakah dia harus pindah atau tetap bertahan dengan pekerjaan dia saat ini. Saya bertanya balik pada dia apakah dia merasa nyaman dengan pekerjaan dia saat ini? dan dia merasa sangat nyaman dengan pekerjaanya.

Pendapat saya lebih baik dia bertahan dengan pekerjaannya saat ini, karena jika ia berhenti hanya karena salah satu rekannya, sama saja ia lari dari masalah. Menurut saya "Arya" seharusnya menghadapi dan menyelesaikan masalahnya tersebut, mungkin dengan bicara baik-baik atau berusaha mencari latar belakang yang menyebabkan rekannya bersikap seperti itu. Karena jika "Arya" menghindar karena masalah tersebut maka selamanya ia akan terus berpindah-pindah tempat kerja. Di setiap lingkungan kerja menurut saya pasti ada saja yang bersikap seperti rekan kerja "Arya" yang tidak bisa melihat orang lain maju dan senang menjatuhkan yang lain.

Selain itu KENYAMANAN dalam bekerja pun sulit didapat. Belum tentu bisa kita dapatkan di tempat lain walaupun tempat yang baru tersebut menjanjikan hal yang lebih besar.





SEKIAN GORESAN SAYA KALI INI......
WASSALAM ^^




sedikit tambahan 04.04.13

assalamualaikum........

sedikit tambahan mengenai materi psikologi industri pada postingan saya sebelumnya dengan judul 04.04.13...

Di sini saya ingin membahas sedikit cerita mengenai kebutuhan manusia, salah satunya yaitu cinta.

Saya pernah mendengar sebuah kalimat, bahwa "Hidup ini hampa tanpa cinta." #eaaaaaa.
hahaha.
Mungkin ada benarnya kalimat itu, apalagi untuk anak muda jaman sekarang yang katanya ga bisa kalo sehari aja ngejomblo. (ini sungguh berlebihan).

Saya punya seorang teman, ya sebut saja dia "Amir".
Dia seseorang yang apabila sudah suka kepada lawan jenis maka dia akan totalitas memberikan perhatian pada oranng tersebut.

jadi ceritanya "Amir" baru di kenalkan oleh seorang temannya pada seorang wanita cantik yang katanya sih kece dan tipe dia. (hehe :p), sebut saja wanita ini "Bunga".

Satu bulan awal semenjak pertemuan pertama semua berjalan begitu sempurna. Mereka sering jalan berdua, saling perhatian, "Amir" rajin menjemput "Bunga", yaah seperti layaknya orang yang berpacaran, padahal belum ada status apapun. Namun di bulan berikunya "Bunga"mulai berubah. Dia tidak seperti "Bunga" yang dikenal "Amir" di awal perkenalan mereka. "Bunga" berubah menjadi dingin dan tidak pernah membalas perhatian "Amir" seperti sebelumnya.

Akhirnya "Amir" pun mengidap penyakit yang juga dialami kebanyakan anak muda zaman sekarang, yaitu GALAU!! :D

Setelah diselidiki lebih lanjut ternyata"Bunga" udah jadian dengan laki-laki lain. Jadilah "Amir" semakin galau dibuatnya. Karena "Amir" merasa diberikan harapan oleh "Bunga". Bahasa gaulnnya sih PHP. hihihi.
Semenjak kejadian itu "Amir" menjadi lebih pemurung, tidak nafsu makan, dan yang pastinya jadi lebih sensitif.

Banyak yang bilang bahwa cinta itu adalah anugrah dan pemberian dari Sang Pencipta, dan menurut saya pun ya memang begitu adanya. Namun cinta itu sebenarnya dapat kita ciptakan juga, seperti kata pepatah "tak kenal maka tak sayang". Maka seperti itu cinta, semakin sering kita bertemu, semakin sering kita berbincang-bincang, maka cinta itu bisa saja datang.

Saya pernah membaca buku, disitu ditulis: "Sebenarnya cinta itu hanya perasaan yang muncul karena terbiasa dan hilang pula karena terbiasa. Memang memerlukan waktu untuk menenangkan diri dan membiasakannya."
Fase dimana  membiasakan diri itu bisa dikatakan sebagai gejala GALAU, sama seperti yang dialami "Amir'.
Galau biasanya ditandai dengan banyak melamun, ngunci diri di kamar sambil denger lagu-lagu mellow, lebih sensitif, dan berharap ada keajaiban yang datang sebagaimana yang bisa dilihat di drama-drama Korea. (okeh yang terakhir sedikit berlebihan. hehe :D )

Menurut saya, cinta ataupun rasa galau sebenarnya berasal dari naluri. Naluri manusia. Dan pada dasarnya sebuah naluri itu (apapun bentuk nalurinya) akan menguat saat kita hadirkan rangsangan terhadap naluri tersebut terus-menerus. Sebaliknya, akan melemah dan hilang saat kita tak menghadirkan rangsangan tersebut. Ini dasar dari perasaan.

Jadi jika kita sedang jatuh cinta maka kita akan sering memikirkan, sering kepo (mencari tau), dan selalu ingin dekat dengan dia, maka untuk mengobati yang namanya GALAU sebenarnya cukup simple (tapi sulit memang. hehe :p) yaaa jangan kepo, jangan mikirin doi dan tidak berada di satu lingkungan dengan doi maka akan lebih cepat juga GALAU itu pergi. hehe :))

Dan hal yang lebih ampuh untuk menghilangkan keGALAUan menurut saya dengan mengalihkan naluri itu. Ada 2 cara untuk mengalihkannya, cara positive maupun negative.
Cara yang negative (TIDAK SAYA DIREKOMENDASIKAN!!) mungkin seperti mabuk-mabukan, nge-drugs, dan lain-lain. Namun sesuatu yang diawali dengan hal NEGATIVE pasti akan mengahasilkan sesuatu yang NEGATIVE pula.
Ada cara yang lebih baik menurut saya untuk mengalihkan naluri tersebut (INI LEBIH SAYA REKOMENDASIKAN!!) seperti menghabiskan waktu untuk membaca atau belajar, berkumpul dengan keluarga atau teman, dan yang pastinya LEBIH MENDEKATKAN DIRI KEPADA SANG PENCIPTA. Sehingga tidak ada waktu bagi kita untuk merasakan yang namanya keGALAUan.

Jadi pesan saya untuk "Amir", SAY NO TO GALAU!!
hehe :P

Sekian postingan saya tentang GALAU...
Semoga bermanfaat :))

20130503

28.04.2013

hemmmm.
sudah lama juga saya tidak memposting sesuatu di blog ini. hehe :D *bersihin debu*.

postingan saya kali ini mungkin saya akan mereview pertemuan kedua saya dengan mata kuliah psikologi industri. :)) lama tidak berjumpa dengan mata kuliah yang satu ini. karna banyak jadwal yang bentrok, jadi baru kali ini bisa berjumpa dengan mata kuliah ini.

kali ini kita belajar mengenai HUMAN CAPITAL.

sebuah organisasi tentu tidak lepas dari sumber daya manusianya.
sebuah organisasi pasti memiliki strategi-strategi untuk mencapai tujuannya. tujuan dari oraganisasi itusendiri diantaranya:
  1. visi misi
  2. values (corporate culture) 
  3. rencana strategis
  4. fuction (struktur organisasi) yang diantaranya: job desk, KPI (key performance indicator), job spesification, kompetensi, performa appraisal, performance management. 
manusia memiliki tingakatan-tingkatan tertentu (baik di mata Tuhan maupun di mata orang lain), dan puncak tertinggi adalah pada tingkatan MULIA.
untuk menjadi manusia yang  mulia maka kita perlu menjadi manuasia yang BRIGHT.
BRAIN yaitu intelectual capital with knowledge and skill (IQ).
RIGHT yaitu sprititual capital (EQ) atau lebih cenderung ke attitude.
TALENTED yaitu berbakat.

yah intinya sih kita harus menjadi MANUSIA YANG BERGUNA bagi orang-orang di sekitar kita.



sekian pembahasan kita kali ini.
sampai jumpa di pertemuan selanjutnya...................hehe :p